WhatsApp Icon
Niat Zakat Penghasilan & Cara Membayarnya

Zakat penghasilan atau dikenal dengan zakat profesi merupakan salah satu bagian dari zakat mal yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim yang telah mendapat penghasilan dari pekerjaannya. Tentunya pekerjaan yang dimaksud merujuk pada pekerjaan yang halal dan tidak melanggar syariah Islam.

Sesuai yang tercantum dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2003, yang dimaksud dengan penghasilan merupakan pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan pendapatan lain yang diperoleh dengan cara halal.

Mereka yang dikenakan zakat penghasilan antara lain pejabat negara, pegawai atau karyawan yang mendapat penghasilan rutin, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Lantas, berapa persen zakat penghasilan yang harus dikeluarkan setiap bulannya?

Seseorang wajib mengeluarkan zakat penghasilan apabila gajinya sudah mencapai nishab zakat pendapatan sebesar 85 gram emas per tahun, dengan besar kadar 2,5%. Dalam artian, orang tersebut harus menunaikan zakat profesi sebesar 2,5% dari jumlah pendapatan yang diterima.

Apabila penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nisab, maka total nominal pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan dan dihitung, untuk selanjutnya ditunaikan apabila penghasilan bersihnya sudah cukup nisab.

Berikut cara menghitung zakat penghasilan yang benar.

Contoh kasus:

Besarnya harga emas pada hari ini adalah Rp899.886 per gram, maka nisab zakat penghasilan dalam setahun sebesar Rp76.490.310,-. Abdul memiliki pendapatan sebesar Rp7.000.000,- per bulan atau Rp84.000.000,- per tahun. Dalam kasus ini, Abdul wajib membayar zakat penghasilan karena sudah mencapai nisab.

Rumus menghitung zakat penghasilan:

2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan

2,5% x Rp7.000.000,-

= Rp175.000,-

(dapat dihitung juga menggunakan kalkulator zakat pada website ini)

Maka, zakat penghasilan yang harus dikeluarkan Abdul setiap bulannya sebesar Rp175.000,-.

Contoh lain, ada seorang petugas kebersihan bernama Agung yang penghasilan perbulannya sebesar Rp3.000.000. Dikarenakan nominal pendapatannya tidak mencapai nishab, maka Agung tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat penghasilan.

Dalam ajaran Islam, zakat berfungsi untuk mensucikan harta yang kita miliki. Salah satunya adalah zakat profesi yang berfungsi untuk membersihkan pendapatan atau gaji yang diperoleh dari pekerjaan.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 267, Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.”

Berikut niat membayar zakat penghasilan atau zakat profesi.

“Nawaitu an ukhrija zakaata maali fardhan lillahi ta'ala.”

Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat maal dari diriku sendiri fardhu karena Allah Ta ala.

Teks niat bisa juga dibaca pada gambar di atas halaman ini.

Anda dapat membayar zakat penghasilan dengan mudah melalui BAZNAS Kabupaten Serang. Zakat yang Anda tunaikan akan dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Serang dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI, serta akan disalurkan kepada para mustahik Zakat.

Bisa juga Klik Menu Transfer Zakat pada website ini.

05/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Serang
BAZNAS Kabupaten Serang Hadiri RAKERNIS IT 2025 di Jakarta

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang memperkuat komitmennya dalam transformasi dan akselerasi digital pengelolaan zakat dengan menghadiri Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) IT 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 26–27 November 2025.

Kegiatan nasional yang diikuti oleh jajaran pimpinan serta amil pelaksana (operator SIMBA) dari BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas pengelolaan zakat berbasis teknologi.

BAZNAS Kabupaten Serang hadir melalui Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, H. Badrudin, S.Ag., M.M., bersama Drs. H. Mahmudi, M.Si. selaku Sekretaris BAZNAS, Lilis Suryani selaku KABID Perencanaan dan Keuangan serta Ilah Fadilatul Musyaropah selaku staf pelaksana. Kehadiran ini sekaligus menunjukkan keseriusan BAZNAS Kabupaten Serang dalam memperkuat kapasitas teknologi informasi, khususnya dalam pengoperasian Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan aplikasi pendukung lainnya.

H. Badrudin menegaskan bahwa penguatan digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak di era keterbukaan informasi saat ini.
Pemanfaatan teknologi bukan hanya tuntutan, tetapi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Serang untuk meningkatkan transparansi, mempercepat layanan, serta menjaga amanah data Muzaki dan Mustahik. RAKERNIS ini sangat relevan untuk meningkatkan kemampuan teknis para amil kami, terutama terkait integrasi data dan keamanan sistem,” ujarnya.

Adapun fokus utama RAKERNIS IT 2025 meliputi:

  • Implementasi SIMBA terbaru untuk integrasi data nasional secara lebih akuntabel.

  • Penguatan keamanan siber guna menjaga kerahasiaan dan integritas data ZIS.

  • Optimalisasi kanal digital untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Serang menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

 

BAZNAS Kabupaten Serang berharap hasil dari kegiatan ini dapat segera diterapkan di tingkat daerah untuk mewujudkan tata kelola zakat yang semakin modern, efektif, dan berdampak luas bagi kesejahteraan Mustahik di Kabupaten Serang.

27/11/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Serang
BAZNAS Serang Hadirkan Harapan Baru bagi Saepul Anwar dengan Bantuan Rutilahu dan Modal Usaha

Serang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang melakukan kegiatan monitoring progres pembangunan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kampung/Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Selasa (25/11/2025). Monitoring ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, H. Badrudin, S.Ag., M.M., bersama Drs. H. Khasiful Qurob M.Si. (Wakil Ketua I) dan H. A. Hamid Fudholi (Wakil Ketua IV) serta Kesos Kecamatan Pamarayan dan Perangkat Desa Damping.

Bantuan Rutilahu tersebut diberikan kepada Bapak Saepul Anwar, warga Desa Damping yang sebelumnya sempat viral karena kisahnya berjalan kaki dari Serang menuju Lamongan, Jawa Timur, demi mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Atas kondisi rumahnya yang jauh dari layak, BAZNAS Kabupaten Serang menetapkan Bapak Saepul sebagai salah satu penerima manfaat program bantuan Rutilahu tahun ini.

Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, H. Badrudin, S.Ag., M.M., mengungkapkan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar serta tepat sasaran.
“Program Rutilahu ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Serang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berjuang keras demi keluarganya. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan dapat segera ditempati dengan layak,” ujarnya.

Selain bantuan pembangunan rumah, BAZNAS Kabupaten Serang juga memberikan bantuan modal usaha agar Bapak Saepul Anwar dapat memulai usaha kecil sebagai sumber penghasilan baru. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi.

Bapak Saepul Anwar, penerima bantuan, menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Serang.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Serang yang sudah membantu saya dan keluarga. Rumah ini sangat berarti bagi kami. Bantuan modal usaha juga sangat membantu untuk saya memulai usaha kecil agar bisa terus menghidupi keluarga,” ungkapnya.

 

BAZNAS Kabupaten Serang berharap pembangunan rumah tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh keluarga Bapak Saepul Anwar. Program Rutilahu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Serang.

25/11/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Serang
BAZNAS RI Fasilitasi Mudik Gratis bagi 850 Guru Ngaji dan Marbot Masjid

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Tahun ini, sebanyak 850 peserta yang terdiri dari marbot masjid, guru ngaji, pendakwah, serta pekerja sektor informal diberangkatkan dari Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025).

Sebanyak 17 bus telah disiapkan untuk mengantar para pemudik menuju kampung halaman mereka melalui dua rute utama, yaitu jalur pantai utara dan jalur selatan. Kota tujuan dalam program ini mencakup 26 wilayah di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS ini terselenggara berkat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya Paragon Corp, Wafello, Sucofindo, MERDEKA Copper Gold, Asuransi Jiwa Syariah, Wipol, dan Smart Finance.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, memimpin langsung pelepasan para peserta mudik bersama sejumlah pejabat dari BAZNAS dan mitra korporasi, termasuk Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., serta perwakilan dari PT Smart Finance, Asuransi Jiwa Syariah, Unilever Indonesia Wipol, dan PT Paragon Technology and Innovation.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu para Ibnu Sabil agar dapat berkumpul dengan keluarga mereka saat Lebaran.

“Alhamdulillah, pada Lebaran tahun ini, BAZNAS tetap konsisten dalam memfasilitasi para Ibnu Sabil agar dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman," ujar Kiai Noor.

Guna menjamin kenyamanan dan keamanan peserta selama perjalanan, BAZNAS turut menghadirkan tim dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta tenaga medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB).

"Kami berfokus pada pelayanan kepada para mustahik dan Ibnu Sabil, memastikan mereka mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, serta memungkinkan mereka tetap menjalankan ibadah selama perjalanan,” ucapnya.

Tahun ini, jumlah peserta mudik meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini.

“Tahun ini, Alhamdulillah, kami dapat meningkatkan jumlah penerima manfaat, meskipun masih terbatas jumlah yang bisa kami bantu,” ujarnya.

“Alhamdulillah, para pemudik mendapat kesempatan dari BAZNAS. Maka dari itu, apa yang telah diberikan oleh para donatur bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga memperkuat hubungan antara mustahik dan BAZNAS. Ini adalah misi suci, misi fisabilillah untuk membantu Ibnu Sabil,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa perjalanan mudik ini akan melewati dua jalur utama, yakni jalur pantai utara dan selatan, dengan tujuan 26 kota di berbagai provinsi.

"Perjalanan mudik bersama BAZNAS mencakup beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Di Jawa Tengah, perjalanan akan melewati Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, dan Solo, kemudian berlanjut ke Demak, Kudus, Pati, dan Rembang," ujar Saidah.

"Selain itu, perjalanan juga mencakup daerah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, hingga DI Yogyakarta. Sementara itu, di Jawa Timur, perjalanan meliputi Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Ngawi, serta berlanjut ke Madiun, Nganjuk, Jombang, dan Malang," lanjutnya.

Salah satu peserta mudik, Rini Yuliati dari Depok, yang akan pulang ke Pasuruan, menyampaikan rasa syukur atas program ini.

Rini mengungkapkan bahwa biasanya ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp900 ribu untuk perjalanan mudik bersama keluarganya. Namun, berkat program dari BAZNAS, ia dapat menghemat pengeluaran tersebut.

“Terima kasih kepada para muzaki, Jazakumullahu Khair, serta kepada BAZNAS pusat dan daerah. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang luas, kebahagiaan, serta kesuksesan di dunia dan akhirat. Amin,” ujar Rini.

Hadir dalam pelepasan peserta mudik, jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Hj. Saidah Sakwan, M.A., KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., M.A., serta Deputi I Arifin Purwakananta.

Kontributor : Nikita Earlene Salsabila

Editor : MAS

17/04/2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS RI Bersama Alfa Group Resmikan Rumah Sehat untuk Layanan Kesehatan Gratis di Jakarta

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Jakarta.

Pembangunan RSB ini didanai melalui program Sedekah Konsumen Alfamart dan Alfamidi yang terkumpul sepanjang Januari–Desember 2024 sebesar Rp915.000.000. Dana tersebut disalurkan melalui BAZNAS untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Prof. Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec. Turut hadir Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Dr. H. Solihin, SH., MH., C.Med., C.AC., dan Direktur PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi), Afid Hermeily, SH., MH.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyatakan bahwa pembangunan RSB Jakarta merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat, terutama di bidang kesehatan.

“Alfamart dan Alfamidi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan memfasilitasi konsumen dermawan untuk menyalurkan donasi mereka melalui program sedekah konsumen,” ujar Kiai Noor.

“Kami bersyukur atas dukungan dari Alfamart dan Alfamidi serta kepercayaan masyarakat dalam berdonasi. Rumah Sehat BAZNAS ini akan menjadi sarana utama bagi masyarakat dhuafa untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” lanjutnya.

Menurut Kiai Noor, RSB Jakarta merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, Alfamart, Alfamidi, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah, saat ini kita sudah memiliki 30 RSB, dengan tambahan satu RSB lagi. RSB Jakarta ini akan menjadi ikon kita. Insya Allah, RSB ini akan menjadi percontohan bagi seluruh Indonesia. RSB ini memperlihatkan bagaimana konsumen Alfamart dan Alfamidi telah berkontribusi dalam pembangunan RSB ini,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa peran konsumen Alfamart dan Alfamidi sangat besar dalam mendukung pembangunan dan fasilitas kesehatan melalui program sedekah yang dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS untuk sektor kesehatan.

RSB Jakarta menjadi gedung ke-24 yang diresmikan oleh BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia. Dengan kapasitas layanan mencapai 60 pasien per hari, fasilitas ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Fasilitas gedung ini dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai layanan kesehatan, termasuk rawat jalan, pemeriksaan rutin, dan layanan darurat,” jelas Kiai Noor.

Rumah Sehat BAZNAS Jakarta akan didukung oleh tenaga medis profesional dengan total 21 tenaga kerja, terdiri dari 14 tenaga kesehatan dan tujuh tenaga nonmedis yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui donasi di Alfamart dan Alfamidi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Dr. H. Solihin, SH., MH., C.Med., C.AC., mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkolaborasi dalam peresmian Rumah Sehat BAZNAS di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan RSB Jakarta tidak terlepas dari kontribusi para konsumen Alfamart yang telah bersedekah melalui kasir saat berbelanja.

“Hari ini, kita kembali bertambah lagi Rumah Sehat BAZNAS, yang bukan hanya sekadar tempat berobat, tetapi juga simbol kepedulian dan gotong royong dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Diharapkan keberadaan Rumah Sehat BAZNAS ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini serta berterima kasih kepada para konsumen Alfamart dan Alfamidi atas donasi yang mereka berikan.

“Kami mengumpulkan donasi dari para konsumen untuk disalurkan melalui BAZNAS. Sejak beberapa tahun lalu, kami konsisten bekerja sama dengan BAZNAS karena telah terbukti memiliki kredibilitas dalam mengelola dana tersebut. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para konsumen Alfamidi yang sudah memberikan donasinya untuk membantu sesama dengan berperan aktif dalam pembangunan RSB,” jelas Solihin.

Ke depan, ia berharap kerja sama dengan BAZNAS terus berlanjut dalam menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ke depan, kami juga berharap bisa terus berkolaborasi dengan BAZNAS dalam menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat. Mari kita jadikan Rumah Sehat BAZNAS Sejahtera sebagai pusat kebaikan dan kebermanfaatan bagi semua,” ujar Solihin.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran.

Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan 

Editor: nov

17/04/2025 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Niat Zakat Penghasilan & Cara Membayarnya
Niat Zakat Penghasilan & Cara Membayarnya
Zakat penghasilan atau dikenal dengan zakat profesi merupakan salah satu bagian dari zakat mal yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim yang telah mendapat penghasilan dari pekerjaannya. Tentunya pekerjaan yang dimaksud merujuk pada pekerjaan yang halal dan tidak melanggar syariah Islam. Sesuai yang tercantum dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2003, yang dimaksud dengan penghasilan merupakan pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan pendapatan lain yang diperoleh dengan cara halal. Mereka yang dikenakan zakat penghasilan antara lain pejabat negara, pegawai atau karyawan yang mendapat penghasilan rutin, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya. Lantas, berapa persen zakat penghasilan yang harus dikeluarkan setiap bulannya? Seseorang wajib mengeluarkan zakat penghasilan apabila gajinya sudah mencapai nishab zakat pendapatan sebesar 85 gram emas per tahun, dengan besar kadar 2,5%. Dalam artian, orang tersebut harus menunaikan zakat profesi sebesar 2,5% dari jumlah pendapatan yang diterima. Apabila penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nisab, maka total nominal pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan dan dihitung, untuk selanjutnya ditunaikan apabila penghasilan bersihnya sudah cukup nisab. Berikut cara menghitung zakat penghasilan yang benar. Contoh kasus: Besarnya harga emas pada hari ini adalah Rp899.886 per gram, maka nisab zakat penghasilan dalam setahun sebesar Rp76.490.310,-. Abdul memiliki pendapatan sebesar Rp7.000.000,- per bulan atau Rp84.000.000,- per tahun. Dalam kasus ini, Abdul wajib membayar zakat penghasilan karena sudah mencapai nisab. Rumus menghitung zakat penghasilan: 2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan 2,5% x Rp7.000.000,- = Rp175.000,- (dapat dihitung juga menggunakan kalkulator zakat pada website ini) Maka, zakat penghasilan yang harus dikeluarkan Abdul setiap bulannya sebesar Rp175.000,-. Contoh lain, ada seorang petugas kebersihan bernama Agung yang penghasilan perbulannya sebesar Rp3.000.000. Dikarenakan nominal pendapatannya tidak mencapai nishab, maka Agung tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat penghasilan. Dalam ajaran Islam, zakat berfungsi untuk mensucikan harta yang kita miliki. Salah satunya adalah zakat profesi yang berfungsi untuk membersihkan pendapatan atau gaji yang diperoleh dari pekerjaan. Dalam surah Al-Baqarah ayat 267, Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” Berikut niat membayar zakat penghasilan atau zakat profesi. “Nawaitu an ukhrija zakaata maali fardhan lillahi ta'ala.” Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat maal dari diriku sendiri fardhu karena Allah Ta ala. Teks niat bisa juga dibaca pada gambar di atas halaman ini. Anda dapat membayar zakat penghasilan dengan mudah melalui BAZNAS Kabupaten Serang. Zakat yang Anda tunaikan akan dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Serang dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI, serta akan disalurkan kepada para mustahik Zakat. Bisa juga Klik Menu Transfer Zakat pada website ini.
BERITA05/12/2025 | Humas BAZNAS Kab. Serang
BAZNAS Kabupaten Serang Hadiri RAKERNIS IT 2025 di Jakarta
BAZNAS Kabupaten Serang Hadiri RAKERNIS IT 2025 di Jakarta
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang memperkuat komitmennya dalam transformasi dan akselerasi digital pengelolaan zakat dengan menghadiri Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) IT 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 26–27 November 2025. Kegiatan nasional yang diikuti oleh jajaran pimpinan serta amil pelaksana (operator SIMBA) dari BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas pengelolaan zakat berbasis teknologi. BAZNAS Kabupaten Serang hadir melalui Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, H. Badrudin, S.Ag., M.M., bersama Drs. H. Mahmudi, M.Si. selaku Sekretaris BAZNAS, Lilis Suryani selaku KABID Perencanaan dan Keuangan serta Ilah Fadilatul Musyaropah selaku staf pelaksana. Kehadiran ini sekaligus menunjukkan keseriusan BAZNAS Kabupaten Serang dalam memperkuat kapasitas teknologi informasi, khususnya dalam pengoperasian Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan aplikasi pendukung lainnya. H. Badrudin menegaskan bahwa penguatan digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak di era keterbukaan informasi saat ini. “Pemanfaatan teknologi bukan hanya tuntutan, tetapi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Serang untuk meningkatkan transparansi, mempercepat layanan, serta menjaga amanah data Muzaki dan Mustahik. RAKERNIS ini sangat relevan untuk meningkatkan kemampuan teknis para amil kami, terutama terkait integrasi data dan keamanan sistem,” ujarnya. Adapun fokus utama RAKERNIS IT 2025 meliputi: Implementasi SIMBA terbaru untuk integrasi data nasional secara lebih akuntabel. Penguatan keamanan siber guna menjaga kerahasiaan dan integritas data ZIS. Optimalisasi kanal digital untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Serang menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS Kabupaten Serang berharap hasil dari kegiatan ini dapat segera diterapkan di tingkat daerah untuk mewujudkan tata kelola zakat yang semakin modern, efektif, dan berdampak luas bagi kesejahteraan Mustahik di Kabupaten Serang.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Kab. Serang
BAZNAS Serang Hadirkan Harapan Baru bagi Saepul Anwar dengan Bantuan Rutilahu dan Modal Usaha
BAZNAS Serang Hadirkan Harapan Baru bagi Saepul Anwar dengan Bantuan Rutilahu dan Modal Usaha
Serang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang melakukan kegiatan monitoring progres pembangunan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kampung/Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Selasa (25/11/2025). Monitoring ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, H. Badrudin, S.Ag., M.M., bersama Drs. H. Khasiful Qurob M.Si. (Wakil Ketua I) dan H. A. Hamid Fudholi (Wakil Ketua IV) serta Kesos Kecamatan Pamarayan dan Perangkat Desa Damping. Bantuan Rutilahu tersebut diberikan kepada Bapak Saepul Anwar, warga Desa Damping yang sebelumnya sempat viral karena kisahnya berjalan kaki dari Serang menuju Lamongan, Jawa Timur, demi mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Atas kondisi rumahnya yang jauh dari layak, BAZNAS Kabupaten Serang menetapkan Bapak Saepul sebagai salah satu penerima manfaat program bantuan Rutilahu tahun ini. Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, H. Badrudin, S.Ag., M.M., mengungkapkan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar serta tepat sasaran. “Program Rutilahu ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Serang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berjuang keras demi keluarganya. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan dapat segera ditempati dengan layak,” ujarnya. Selain bantuan pembangunan rumah, BAZNAS Kabupaten Serang juga memberikan bantuan modal usaha agar Bapak Saepul Anwar dapat memulai usaha kecil sebagai sumber penghasilan baru. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi. Bapak Saepul Anwar, penerima bantuan, menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Serang. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Serang yang sudah membantu saya dan keluarga. Rumah ini sangat berarti bagi kami. Bantuan modal usaha juga sangat membantu untuk saya memulai usaha kecil agar bisa terus menghidupi keluarga,” ungkapnya. BAZNAS Kabupaten Serang berharap pembangunan rumah tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh keluarga Bapak Saepul Anwar. Program Rutilahu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Serang.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Kab. Serang
BAZNAS RI Fasilitasi Mudik Gratis bagi 850 Guru Ngaji dan Marbot Masjid
BAZNAS RI Fasilitasi Mudik Gratis bagi 850 Guru Ngaji dan Marbot Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat kurang mampu. Tahun ini, sebanyak 850 peserta yang terdiri dari marbot masjid, guru ngaji, pendakwah, serta pekerja sektor informal diberangkatkan dari Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025). Sebanyak 17 bus telah disiapkan untuk mengantar para pemudik menuju kampung halaman mereka melalui dua rute utama, yaitu jalur pantai utara dan jalur selatan. Kota tujuan dalam program ini mencakup 26 wilayah di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS ini terselenggara berkat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya Paragon Corp, Wafello, Sucofindo, MERDEKA Copper Gold, Asuransi Jiwa Syariah, Wipol, dan Smart Finance. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, memimpin langsung pelepasan para peserta mudik bersama sejumlah pejabat dari BAZNAS dan mitra korporasi, termasuk Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., serta perwakilan dari PT Smart Finance, Asuransi Jiwa Syariah, Unilever Indonesia Wipol, dan PT Paragon Technology and Innovation. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu para Ibnu Sabil agar dapat berkumpul dengan keluarga mereka saat Lebaran. “Alhamdulillah, pada Lebaran tahun ini, BAZNAS tetap konsisten dalam memfasilitasi para Ibnu Sabil agar dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman," ujar Kiai Noor. Guna menjamin kenyamanan dan keamanan peserta selama perjalanan, BAZNAS turut menghadirkan tim dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta tenaga medis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). "Kami berfokus pada pelayanan kepada para mustahik dan Ibnu Sabil, memastikan mereka mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, serta memungkinkan mereka tetap menjalankan ibadah selama perjalanan,” ucapnya. Tahun ini, jumlah peserta mudik meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini. “Tahun ini, Alhamdulillah, kami dapat meningkatkan jumlah penerima manfaat, meskipun masih terbatas jumlah yang bisa kami bantu,” ujarnya. “Alhamdulillah, para pemudik mendapat kesempatan dari BAZNAS. Maka dari itu, apa yang telah diberikan oleh para donatur bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga memperkuat hubungan antara mustahik dan BAZNAS. Ini adalah misi suci, misi fisabilillah untuk membantu Ibnu Sabil,” katanya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa perjalanan mudik ini akan melewati dua jalur utama, yakni jalur pantai utara dan selatan, dengan tujuan 26 kota di berbagai provinsi. "Perjalanan mudik bersama BAZNAS mencakup beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Di Jawa Tengah, perjalanan akan melewati Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, dan Solo, kemudian berlanjut ke Demak, Kudus, Pati, dan Rembang," ujar Saidah. "Selain itu, perjalanan juga mencakup daerah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, hingga DI Yogyakarta. Sementara itu, di Jawa Timur, perjalanan meliputi Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Ngawi, serta berlanjut ke Madiun, Nganjuk, Jombang, dan Malang," lanjutnya. Salah satu peserta mudik, Rini Yuliati dari Depok, yang akan pulang ke Pasuruan, menyampaikan rasa syukur atas program ini. Rini mengungkapkan bahwa biasanya ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp900 ribu untuk perjalanan mudik bersama keluarganya. Namun, berkat program dari BAZNAS, ia dapat menghemat pengeluaran tersebut. “Terima kasih kepada para muzaki, Jazakumullahu Khair, serta kepada BAZNAS pusat dan daerah. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang luas, kebahagiaan, serta kesuksesan di dunia dan akhirat. Amin,” ujar Rini. Hadir dalam pelepasan peserta mudik, jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk Hj. Saidah Sakwan, M.A., KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., M.A., serta Deputi I Arifin Purwakananta. Kontributor : Nikita Earlene Salsabila Editor : MAS
BERITA17/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Alfa Group Resmikan Rumah Sehat untuk Layanan Kesehatan Gratis di Jakarta
BAZNAS RI Bersama Alfa Group Resmikan Rumah Sehat untuk Layanan Kesehatan Gratis di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Jakarta. Pembangunan RSB ini didanai melalui program Sedekah Konsumen Alfamart dan Alfamidi yang terkumpul sepanjang Januari–Desember 2024 sebesar Rp915.000.000. Dana tersebut disalurkan melalui BAZNAS untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Prof. Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec. Turut hadir Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Dr. H. Solihin, SH., MH., C.Med., C.AC., dan Direktur PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi), Afid Hermeily, SH., MH. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyatakan bahwa pembangunan RSB Jakarta merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat, terutama di bidang kesehatan. “Alfamart dan Alfamidi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan memfasilitasi konsumen dermawan untuk menyalurkan donasi mereka melalui program sedekah konsumen,” ujar Kiai Noor. “Kami bersyukur atas dukungan dari Alfamart dan Alfamidi serta kepercayaan masyarakat dalam berdonasi. Rumah Sehat BAZNAS ini akan menjadi sarana utama bagi masyarakat dhuafa untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” lanjutnya. Menurut Kiai Noor, RSB Jakarta merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, Alfamart, Alfamidi, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. “Alhamdulillah, saat ini kita sudah memiliki 30 RSB, dengan tambahan satu RSB lagi. RSB Jakarta ini akan menjadi ikon kita. Insya Allah, RSB ini akan menjadi percontohan bagi seluruh Indonesia. RSB ini memperlihatkan bagaimana konsumen Alfamart dan Alfamidi telah berkontribusi dalam pembangunan RSB ini,” jelasnya. Selain itu, ia menekankan bahwa peran konsumen Alfamart dan Alfamidi sangat besar dalam mendukung pembangunan dan fasilitas kesehatan melalui program sedekah yang dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS untuk sektor kesehatan. RSB Jakarta menjadi gedung ke-24 yang diresmikan oleh BAZNAS di berbagai daerah di Indonesia. Dengan kapasitas layanan mencapai 60 pasien per hari, fasilitas ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. “Fasilitas gedung ini dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai layanan kesehatan, termasuk rawat jalan, pemeriksaan rutin, dan layanan darurat,” jelas Kiai Noor. Rumah Sehat BAZNAS Jakarta akan didukung oleh tenaga medis profesional dengan total 21 tenaga kerja, terdiri dari 14 tenaga kesehatan dan tujuh tenaga nonmedis yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. “Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui donasi di Alfamart dan Alfamidi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Dr. H. Solihin, SH., MH., C.Med., C.AC., mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkolaborasi dalam peresmian Rumah Sehat BAZNAS di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pembangunan RSB Jakarta tidak terlepas dari kontribusi para konsumen Alfamart yang telah bersedekah melalui kasir saat berbelanja. “Hari ini, kita kembali bertambah lagi Rumah Sehat BAZNAS, yang bukan hanya sekadar tempat berobat, tetapi juga simbol kepedulian dan gotong royong dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Diharapkan keberadaan Rumah Sehat BAZNAS ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini serta berterima kasih kepada para konsumen Alfamart dan Alfamidi atas donasi yang mereka berikan. “Kami mengumpulkan donasi dari para konsumen untuk disalurkan melalui BAZNAS. Sejak beberapa tahun lalu, kami konsisten bekerja sama dengan BAZNAS karena telah terbukti memiliki kredibilitas dalam mengelola dana tersebut. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para konsumen Alfamidi yang sudah memberikan donasinya untuk membantu sesama dengan berperan aktif dalam pembangunan RSB,” jelas Solihin. Ke depan, ia berharap kerja sama dengan BAZNAS terus berlanjut dalam menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Ke depan, kami juga berharap bisa terus berkolaborasi dengan BAZNAS dalam menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat. Mari kita jadikan Rumah Sehat BAZNAS Sejahtera sebagai pusat kebaikan dan kebermanfaatan bagi semua,” ujar Solihin. Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: nov
BERITA17/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Hadirkan Program Imam dan Dai Muda Ramadhan untuk Tingkatkan Literasi Zakat
BAZNAS RI Hadirkan Program Imam dan Dai Muda Ramadhan untuk Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan program Imam dan Dai Muda Ramadhan dengan mengirimkan 52 imam dan dai muda ke berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, serta luar negeri seperti Belanda. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS menempatkan para imam dan dai muda di masjid-masjid terpilih. Mereka bertugas memimpin ibadah, memberikan kultum, serta mengadakan kajian interaktif di masjid dan musala di daerah pedesaan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam membina dan mendukung para imam serta dai muda yang memiliki semangat tinggi dalam berdakwah. “Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa cahaya ilmu dan nilai-nilai Islam ke pelosok negeri, terutama ke daerah-daerah yang membutuhkan pembinaan keagamaan lebih intensif,” ujar Saidah di Jakarta, baru-baru ini. Menurutnya, kehadiran para imam dan dai muda sangat penting, tidak hanya dalam membimbing umat dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun kesadaran sosial, mengajarkan nilai-nilai toleransi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Mereka akan menjadi pelita yang menerangi umat, memberikan pencerahan melalui ceramah, kajian, dan bimbingan spiritual selama bulan Ramadhan,” ucap Saidah. Lebih lanjut, Saidah menjelaskan bahwa program ini juga menjadi bentuk pemberdayaan bagi para dai muda, memberi mereka kesempatan untuk berkembang, mengasah kemampuan dakwah, serta memperluas wawasan keislaman melalui interaksi langsung dengan masyarakat. “Semoga kehadiran 52 imam dan dai muda ini membawa manfaat yang besar bagi umat, serta semakin memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di tengah masyarakat,” jelasnya. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA17/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Ajak Media Perkuat Literasi Zakat di Masyarakat
BAZNAS RI Ajak Media Perkuat Literasi Zakat di Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak media nasional untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan literasi zakat di masyarakat. Media dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran berzakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para mustahik. Hal ini dibahas dalam acara Ngobrol Zakat Bersama BAZNAS Media Center (BMC) yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, Kepala Hubungan Masyarakat BAZNAS RI, Yudhiarma MK, M.Si., serta rekan-rekan media yang tergabung dalam BMC. Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., menyampaikan apresiasi kepada insan media atas peran besarnya dalam mendukung syiar zakat di Indonesia. Ia menekankan bahwa media berperan penting dalam memastikan informasi mengenai zakat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan terpercaya. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan media. Tanpa peran media, para muzaki tidak akan mengetahui bagaimana dana yang mereka titipkan dikelola oleh BAZNAS. Jika tidak ada informasi yang transparan, muzaki bisa ragu dan tidak yakin bahwa dana zakat, infak, sedekah, dan donasi lainnya benar-benar dikelola dengan baik. Berkat peran media, masyarakat semakin teredukasi dan mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” ujar Subhan. Subhan juga mengungkapkan perbedaan signifikan antara pengelolaan zakat dengan pengalamannya sebelumnya di sektor haji. Menurutnya, pengelolaan zakat memiliki tantangan lebih besar karena mencakup aspek penghimpunan, pengelolaan, hingga penyaluran dana kepada yang berhak menerimanya. “Jika berbicara tentang jumlah pekerjaan, zakat memiliki lebih banyak aspek. Dana zakat harus dihimpun sendiri, dan cara untuk mengumpulkan dana tersebut memerlukan strategi yang tepat serta usaha yang tidak sedikit,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa transparansi dalam pengelolaan zakat menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik. “Peran media sangat penting dan berpengaruh dalam mengedukasi masyarakat. Berkat publikasi yang baik, masyarakat semakin yakin bahwa dana zakat yang mereka salurkan benar-benar membawa manfaat bagi yang berhak,” ujar Subhan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema BAZNAS tahun ini, Cahaya Zakat, memiliki makna mendalam bagi rekan-rekan media di BMC yang telah berkontribusi dalam syiar zakat. Ia berharap kerja keras para jurnalis dalam menyebarluaskan informasi tentang zakat akan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan di dunia dan akhirat. “Mudah-mudahan segala upaya yang dilakukan rekan-rekan media menjadi amal jariyah yang meringankan hisab di akhirat kelak. Tema Cahaya Zakat yang diusung tahun ini mencerminkan harapan agar syiar zakat terus menerangi kehidupan masyarakat,” ujarnya. Senada dengan Subhan, Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menyatakan bahwa sinergi antara BAZNAS dan rekan-rekan media BMC terus diperkuat. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami menggelar buka puasa bersama dengan rekan-rekan media BMC sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam publikasi kegiatan BAZNAS,” kata Ndari. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Media Center (BMC), yang dibentuk sejak 2016, kini memiliki sekitar 50 anggota aktif yang berperan dalam menyebarluaskan informasi tentang zakat. “Alhamdulillah, keberadaan BMC sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat. Media menjadi jembatan utama antara BAZNAS dan publik,” lanjutnya. Ndari juga mengungkapkan bahwa BAZNAS sempat merencanakan pembangunan ruang pers, namun realisasinya tertunda karena adanya prioritas lain. “Kami pernah merencanakan pembangunan press room, namun karena ada kebutuhan mendesak seperti penyaluran bantuan dan pelayanan bagi umat, rencana tersebut belum terwujud. Meski begitu, justru dari keterbatasan ini, kami bisa lebih fleksibel dalam menjangkau berbagai lokasi kegiatan,” katanya. Ke depan, ia berharap adanya fasilitas yang lebih permanen bagi para jurnalis yang aktif meliput kegiatan zakat BAZNAS. “Semoga nantinya ada home base yang bisa menjadi pusat informasi bagi media,” tambahnya. Di penghujung acara, Ndari berharap agar di akhir Ramadhan ini, rekan-rekan media mendapatkan keberkahan atas kontribusinya dalam menyebarkan syiar zakat sepanjang bulan suci. Ia juga mengajak insan pers untuk tetap istiqomah dalam mendukung dakwah zakat BAZNAS. “Semoga teman-teman media di BAZNAS Media Center terus semangat dalam menyebarkan informasi zakat, sehingga masyarakat, baik muzaki maupun mustahik, dapat menerima hak-haknya dengan baik,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, wartawan senior Suara Karya, Paryono, turut mengapresiasi keterbukaan BAZNAS dalam menyampaikan informasi terkait zakat. “Kami sangat mengapresiasi keterbukaan BAZNAS dalam berbagi informasi. Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ujar Paryono. Ia juga berharap agar rekan-rekan media semakin dekat dan aktif dalam mendukung pemberitaan zakat bersama BAZNAS. “Saya berharap ke depannya teman-teman bisa lebih dekat, lebih intens membantu memberitakan kegiatan-kegiatan BAZNAS RI dan tentu pula BAZNAS daerah yang diperlukan oleh para muzaki dan mustahik,” ujarnya. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA17/04/2025 | Humas
BAZNAS, MUI, dan Artis Tanah Air Gelar Nobar Film Peraih Oscar “No Other Land”
BAZNAS, MUI, dan Artis Tanah Air Gelar Nobar Film Peraih Oscar “No Other Land”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kebudayaan serta para artis Tanah Air mengadakan nonton bareng (nobar) film No Other Land, sebuah karya yang dibuat oleh aktivis dan jurnalis Palestina serta Israel, yaitu Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham, dan Rachel Szor. Film ini mengisahkan perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi penindasan dan genosida yang terus terjadi di tanah mereka. Penayangan film ini menjadi pengantar sebelum diputarannya film GAZA. Acara yang berlangsung di CGV Fx Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu, turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag., serta Ketua Komisi Pendidikan dan Kader Majelis Ulama Indonesia Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, MA. Menteri Kebudayaan Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., menyampaikan dukungannya terhadap film ini. Ia menilai film tersebut mampu menumbuhkan empati dan kepedulian masyarakat terhadap Palestina melalui karya seni para seniman. “Alhamdulillah, saya dapat hadir di sini untuk menonton film ini, sebagai film pengantar sebelum tayangnya GAZA. Selain soal kemanusiaan, film ini juga memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kepada dunia tentang genosida yang terjadi di Palestina,” ujar Fadli Zon. “Kami di pemerintah Indonesia, bersama masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan, akan terus berkomitmen untuk mendukung Palestina. Film ini adalah cara yang sangat efektif untuk memberikan informasi yang benar tentang peperangan yang terjadi di sana,” lanjutnya. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM., menyampaikan bahwa BAZNAS mendukung penuh film ini dan penyebaran pesan-pesan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. “Kami sangat menyambut baik hadirnya film ini. Tidak hanya soal bantuan materi, tetapi lebih dari itu, Palestina membutuhkan dukungan moral dan kesadaran global. Kami akan terus mendampingi perjuangan Palestina melalui berbagai program kemanusiaan, termasuk mendukung tayangnya film GAZA di bioskop,” ujar Rizaludin. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS berharap karya-karya dari seniman Indonesia yang mendukung Palestina dapat terus diproduksi agar masyarakat semakin teredukasi mengenai isu anti-genosida di Palestina. “Melihat film No Other Land tadi, saya sangat teriris hatinya, apalagi jika film GAZA ini ditayangkan. Banyak sekali penderitaan warga Palestina dalam menghadapi peperangan. Dengan keberadaan film ini, saya harap masyarakat Indonesia dapat lebih peka terhadap luka yang dialami saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya. “BAZNAS senantiasa mendampingi langkah-langkah para pendukung Palestina, karena kita telah menjalin kemitraan dengan beberapa negara seperti Mesir dan Yordania untuk menyalurkan bantuan,” lanjut Rizaludin, seraya menegaskan bahwa BAZNAS terus berkontribusi dalam memberikan bantuan baik secara material maupun moral kepada Palestina. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag., menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Ia berharap dengan menonton film ini, masyarakat Indonesia dapat memahami betapa beratnya penderitaan rakyat Palestina akibat penindasan yang mereka alami. “Indonesia akan selalu mendukung Palestina, dan saya yakin, suatu saat nanti, Israel akan merasakan betapa perihnya perlakuan yang mereka berikan, karena sejarah tidak akan berpihak kepada penindas,” ujar Buya Anwar. Ia juga menyampaikan bahwa MUI telah mewakafkan tokoh yang secara khusus meneliti perkembangan konflik di Palestina dan Gaza, yaitu Ketua Komisi Pendidikan dan Kader Majelis Ulama Indonesia, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, MA., yang secara mendalam mengkaji setiap peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut. Bersama para aktor dan aktris Indonesia yang tergabung dalam Forum Artis Pembela Palestina, mereka juga akan berperan dalam film GAZA. Para seniman ini berharap film tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, bukan hanya di dunia seni, tetapi juga di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan agar semakin banyak pihak yang dapat berkontribusi secara profesional dalam menyuarakan dukungan bagi Palestina. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA17/04/2025 | Humas
Dukung Gerakan Zakat, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Zakat Melalui BAZNAS
Dukung Gerakan Zakat, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Zakat Melalui BAZNAS
Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam pelaksanaan Zakat Istana bertajuk Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Direksi BUMN, Pejabat Kementerian dan Lembaga, serta para kepala daerah yang bersama-sama menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Penyerahan zakat Presiden dan Wapres diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si., dan didoakan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki. Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya zakat dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dengan berzakat, kita dapat berbagi dengan sesama, menolong kaum dhuafa, meringankan beban hidup mereka, dan menghindarkan hidup dari sifat kikir,” ujar Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa zakat merupakan wujud gotong royong dalam mengurangi ketimpangan sosial dan pemerataan kesejahteraan. “Semoga zakat yang kita keluarkan akan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” tambahnya. Presiden Prabowo turut mengapresiasi kinerja BAZNAS yang telah mendapatkan pengakuan hingga ke luar negeri. “Saya menghormati kerja keras saudara-saudara (BAZNAS) yang juga diapresiasi di luar negeri, di Palestina, di Timur Tengah. Pekerjaan BAZNAS sangat dihormati, dan BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih BAZNAS,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan efektivitas dalam pengelolaan zakat agar dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Zakat Istana, yang untuk pertama kalinya diadakan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. “Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa dan membanggakan bagi kita semua. Kita patut bersyukur atas perkenan Bapak Presiden Prabowo untuk melanjutkan jejak baik dalam pelaksanaan Zakat Istana bersama Bapak Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka, serta didampingi oleh segenap pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri kabinet Merah Putih, serta Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan pimpinan BUMN,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, momentum Zakat Istana ini menjadi pengingat akan akar spiritual dan sosial dari zakat itu sendiri. “Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS untuk mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kepercayaan ini mencerminkan kepedulian negara terhadap pemenuhan kewajiban keagamaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Kiai Noor juga memaparkan kinerja pengelolaan zakat dalam empat tahun terakhir, yang terus mengalami peningkatan. “Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah tahun 2021 sebesar Rp14 triliun, tahun 2022 sebesar Rp22,4 triliun, tahun 2023 sebesar Rp32,3 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp40,4 triliun, dengan target tahun 2025 ini sebesar Rp50 triliun,” ujarnya. Sementara itu, lanjut Kiai Noor, pengumpulan BAZNAS RI (pusat) sendiri pada tahun 2021 mencapai Rp517 miliar, tahun 2022 sebesar Rp634 miliar, tahun 2023 sebesar Rp882 miliar, dan tahun 2024 sebesar Rp1,12 triliun, dengan target tahun 2025 sebesar Rp1,35 triliun. “Adapun penyalurannya, pada tahun 2021, jumlah penyaluran zakat sebesar Rp14,04 triliun, tahun 2022 sebesar Rp21,6 triliun, tahun 2023 sebesar Rp31,2 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp39,5 triliun. Sementara penyaluran BAZNAS RI (pusat) tahun 2021 sebesar Rp501 miliar, tahun 2022 sebesar Rp756 miliar, tahun 2023 sebesar Rp675 miliar, dan tahun 2024 sebesar Rp1,07 triliun,” jelasnya. Setiap tahun, BAZNAS mengusung tema zakat yang berbeda untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat. “Pada tahun 2021 dan 2022 Cinta Zakat, tahun 2023 Berkah Berzakat, tahun 2024 Nikmat Berzakat, dan tahun 2025 ini sengaja kami mengusung tema Cahaya Zakat untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tema ini sebagai simbol kekuatan dan cita-cita Bapak Presiden untuk menerangi masyarakat Indonesia dan Insya Allah dunia,” ungkapnya. Kiai Noor juga mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk bersinergi dalam menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan. “Mari kita terus berzakat dengan penuh keikhlasan, karena di dalamnya terkandung keberkahan bagi kita semua,” tuturnya. Kegiatan penyerahan zakat Presiden, Wakil Presiden, serta para menteri dan pejabat pemerintah ini turut didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Hadir dalam acara tersebut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono, M.Ag.; Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Muhammad Anwar Iskandar; Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.; Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf; Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA; Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Prof. Dr. K.H. Hasanudin, M.Ag.; Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie; Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari, beserta jajaran. Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
BERITA17/04/2025 | Humas
Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS UNINUS Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan
Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS UNINUS Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan
Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dari Universitas Islam Nusantara (UNINUS) menyelenggarakan program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah buka bersama dengan anak-anak Panti Yatim Indonesia (PYI) Cabang Ujung Berung. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini diawali dengan acara nonton bareng animasi Palestina yang bertujuan untuk menumbuhkan empati dan kesadaran sosial. Selanjutnya, diadakan lomba hafalan Al-Qur'an yang bertujuan mengasah kecintaan terhadap kalam Ilahi. Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga melaksanakan tadarus bersama untuk mengisi waktu menjelang berbuka dengan keberkahan. Menjelang waktu magrib, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan, yang diakhiri dengan shalat magrib berjamaah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS berharap dapat memberikan kebahagiaan serta mempererat hubungan sosial di tengah bulan Ramadan yang penuh berkah. Program *Pesantren 1000 Cahaya Ramadan ini merupakan salah satu inisiatif positif yang didorong oleh semangat kebersamaan dan kepedulian, sebagai bagian dari upaya BAZNAS untuk membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung anak-anak yatim dan dhuafa. Kontributor: ZHARFAN Editor: Ayu
BERITA16/04/2025 | Humas
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Warga Bangka Selatan
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Warga Bangka Selatan
BAZNAS mendistribusikan zakat fitrah kepada masyarakat ekonomi rentan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini. Bantuan berupa beras zakat fitrah disalurkan kepada 250 mustahik di Desa Gadung, Kecamatan Toboali. Setiap mustahik menerima beras seberat 5 kilogram, yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan pokok mereka. Pendistribusian ini menyasar masyarakat yang bekerja secara serabutan hingga lanjut usia yang tidak memiliki penghasilan tetap. Salah satu penerima manfaat, Nenek Dahrana, adalah seorang lansia yang menggantungkan hidupnya pada anaknya yang bekerja di kebun secara serabutan. BAZNAS berharap zakat fitrah ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang Hari Raya. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan mustahik dapat merasakan keberkahan dan kebersamaan dalam menjalani bulan suci Ramadan. Bantuan zakat fitrah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan umat dan memastikan distribusi zakat tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Pendistribusian zakat fitrah terus dilakukan di berbagai wilayah guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kontributor: Azra Salsabila Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
BAZNAS Gelar BTB Goes to School Ramadhan di 32 Sekolah
BAZNAS Gelar BTB Goes to School Ramadhan di 32 Sekolah
BAZNAS Tanggap Bencana menggelar kegiatan BTB Goes to School Ramadhan 1446 H di 32 sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tematik Ramadhan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru terhadap potensi bencana. Beberapa waktu lalu, tim BAZNAS Tanggap Bencana dari berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kabupaten dan kota seperti Kuningan, Barru, Kulon Progo, Luwu Timur, Lumajang, Lebak, Trenggalek, Palopo, Maros, Bulukumba, Jombang, Bandung Barat, Tasikmalaya, dan Madiun, melaksanakan kegiatan ini di 17 titik sekolah. Secara keseluruhan, program ini akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini, para siswa dan guru diberikan edukasi tentang mitigasi bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan banjir. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mencakup simulasi evakuasi mandiri agar para peserta memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana. Sebanyak 1.913 siswa dan guru dari berbagai sekolah ikut serta dalam kegiatan ini. Sekolah yang berpartisipasi antara lain SDN 20 Barru Mattirowalie di Barru, SDN 2 Nanggulan di Kulon Progo, SDN 210 Maliwowo, SDN 05 Nguter Pasirian di Lumajang, MA & MTS Mahyajatul Qurra' di Pontianak, SMPN 2 Rangkasbitung, SD Muhammadiyah II Palopo, serta berbagai sekolah lainnya yang tersebar di beberapa provinsi. BTB Goes to School Ramadhan 1446 H diinisiasi oleh BAZNAS Tanggap Bencana RI dengan cakupan lebih luas, yaitu 310 sekolah di 31 titik seluruh Indonesia. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa dan guru terhadap risiko bencana yang mungkin terjadi, terutama selama bulan Ramadhan. Kontributor: Azra Salsabila Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
BAZNAS Hadirkan Posko Mudik 2025 dengan Pelayanan Kemanusiaan di 40 Titik Strategis
BAZNAS Hadirkan Posko Mudik 2025 dengan Pelayanan Kemanusiaan di 40 Titik Strategis
Pada tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mengadakan Pos Siaga Mudik untuk mendukung perjalanan para pemudik menuju kampung halaman. Tahun ini, BAZNAS menghadirkan 40 pos mudik yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Pelepasan Tim Siaga Pos Mudik BAZNAS dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, serta jajaran lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menjelaskan bahwa Pos Siaga Mudik ini bertujuan memberikan dukungan kepada pemudik agar perjalanan mereka lebih aman dan nyaman sekaligus merespons situasi darurat yang mungkin terjadi. "Kami ingin memberikan dukungan bagi para pemudik agar perjalanan mereka lebih aman dan nyaman," kata Kiai Noor. "Pemudik adalah Ibnu Sabil, mereka yang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Perjalanan ini bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga memiliki nilai ibadah," tambahnya. Sebanyak 300 personel dikerahkan untuk melayani para pemudik selama periode mudik dan balik, mulai 26 Maret hingga 7 April 2025. Tim ini terdiri dari 40 tenaga kesehatan, 8 tim kemanusiaan, serta 252 personel dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan relawan. Selain itu, BAZNAS juga mengerahkan 14 mobil BTB baru hasil kerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai daerah untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan. Pos Siaga Mudik akan menyediakan berbagai layanan seperti tempat istirahat, dapur air, takjil gratis, fasilitas charger, pijat gratis, dan tambal ban. Di beberapa lokasi, bensin gratis juga akan diberikan kepada mustahik. Di posko terpadu utama, tersedia ruang laktasi, ruang ramah anak, serta fasilitas kesehatan dan informasi. Tidak ketinggalan, fasilitas pembayaran zakat disediakan di pos-pos mudik bagi masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban berzakat. Prof. Noor Achmad mengucapkan terima kasih kepada muzaki, munfiq, dan para dermawan yang telah berpartisipasi dalam program ini melalui BAZNAS. "Segala bantuan yang telah diberikan saat ini kami peruntukkan bagi mereka yang berada di jalan Ibnu Sabil dan fisabilillah. Insya Allah, keberkahan luar biasa akan menyertai," ujarnya. BAZNAS juga menyiapkan posko di jalur utama Pulau Jawa, seperti Jalur Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan, dan Jalur Alternatif, yang tersebar di berbagai titik strategis. Pada acara pelepasan ini, BAZNAS menerima lima unit mobil rescue dari sejumlah UPZ, termasuk UPZ Telkom, Bank Permata, Pupuk Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bio Farma, dan Mandiri, untuk mendukung operasional di berbagai wilayah Indonesia. Semoga para pemudik dapat merasakan manfaat dari fasilitas yang disediakan dan perjalanan mereka berlangsung lancar serta penuh keberkahan. Dengan langkah ini, BAZNAS terus menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat dan memaksimalkan amanah zakat untuk kemaslahatan umat. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkokoh sinergi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kerja sama ini mencakup isu-isu penting seperti pendidikan, perlindungan anak, akses sanitasi air bersih, serta kesehatan. Diskusi kolaboratif ini berlangsung di Gedung BAZNAS, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Maret 2025, menandai langkah baru pasca berakhirnya Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung sejak 2017 hingga 2021. Diskusi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.si, CFRM., Direktur Pengumpulan Fitriyansyah Agus Setiawan, Kepala Biro Koordinasi Kerja Sama Khuzaifah Hanum, dan Kepala Divisi Muzaki Prioritas Hafizah Elvira N. Dari UNICEF hadir Chief of Social Policy Yoshimi Nishino beserta tim, seperti Ali Mochtar, Sakti Herliyansah, dan Zezen Zaenal Mutaqin selaku konsultan kemitraan. Rizaludin Kurniawan menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi fokus kerja sama, seperti pendidikan untuk anak dari keluarga kurang mampu, penanganan stunting, serta upaya meningkatkan sanitasi air bersih. Ia menjelaskan, “BAZNAS mengupayakan program terkait perempuan dan anak-anak terus berjalan. Kita fokuskan pula untuk anak-anak penyandang disabilitas. Dengan itu kita mendorongnya melalui pengadaan Sekolah Cendikia BAZNAS dan Rumah Layak Huni.” Kolaborasi ini juga akan memanfaatkan data dan riset guna memperluas distribusi hak anak melalui zakat dan sedekah. “Kita selalu berupayakan untuk memanfaatkan segala bentuk aspek pengumpulan, baik Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui berbagai support baik secara langsung ataupun digital,” ujarnya. Dari pihak UNICEF, Yoshimi Nishino menegaskan pentingnya keberlanjutan hubungan ini untuk menemukan inovasi dalam pengelolaan zakat, terutama untuk mengatasi isu kemiskinan anak dan stunting. “Saya rasa akan sangat bagus jika kolaborasi ini tetap berjalan dan misi untuk mengatasi stunting dan kemiskinan pada anak dapat teratasi,” tuturnya. Diskusi ini juga membahas keberhasilan kerja sama di sejumlah daerah melalui kebijakan BAZNAS. Upaya ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. BAZNAS dan UNICEF berkomitmen melanjutkan kolaborasi demi kemaslahatan generasi mendatang. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
Potensi Zakat Fitrah 2025: Strategi BAZNAS RI Tingkatkan Pengelolaan dan Transparansi
Potensi Zakat Fitrah 2025: Strategi BAZNAS RI Tingkatkan Pengelolaan dan Transparansi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengumumkan bahwa potensi zakat fitrah secara nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 604.813.992 ton beras, yang setara dengan Rp8 triliun. Perkiraan ini didasarkan pada rata-rata harga beras medium di setiap provinsi, yaitu Rp14.337 per kilogram, serta data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai populasi Muslim di Indonesia, yang mencapai 244,41 juta jiwa. Dalam konferensi pers di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat, 21 Maret 2025, BAZNAS mengungkapkan bahwa dari total populasi Muslim di Indonesia, sekitar 91,43 persen diperkirakan berada di atas garis kemiskinan. Dengan asumsi 1,34 persen dari populasi tersebut membayar zakat fitrah, jumlah beras yang terkumpul dapat mencapai ratusan ribu ton. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., hadir bersama jajaran lainnya untuk membahas strategi pengelolaan zakat fitrah tahun ini. Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, menjelaskan bahwa zakat fitrah memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan, "Jika dikelola dengan baik, zakat fitrah tidak hanya menjadi ibadah wajib, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat." Berdasarkan tren pertumbuhan zakat fitrah dari tahun 2021 hingga 2024, yang rata-rata meningkat sebesar 21,28 persen, proyeksi pengumpulan zakat fitrah pada tahun 2025 mencapai Rp631,77 miliar. Zainulbahar menambahkan, optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi dengan lembaga zakat lain dapat meningkatkan angka ini hingga Rp758,13 miliar. Zainulbahar juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan zakat agar dana dapat disalurkan sesuai ketentuan syariah. "Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang terhimpun memberikan manfaat nyata bagi mustahik," katanya. Masyarakat pun diimbau untuk membayar zakat fitrah melalui lembaga resmi agar distribusi dana lebih efektif dan akuntabel. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., menambahkan bahwa Pulau Jawa tetap menjadi wilayah dengan potensi zakat fitrah terbesar. Lima provinsi yang memberikan kontribusi terbesar adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten, dengan total potensi lebih dari Rp5 triliun. Hasbi juga memaparkan upaya BAZNAS dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, termasuk melalui penerapan PSAK 409, kewajiban UPZ menyusun laporan keuangan konsolidasi, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat. "Kami juga akan memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pembayaran zakat," ujarnya. Dengan langkah ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat dengan lebih mudah dan aman. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
Kolaborasi BAZNAS RI dan Flip: Mempermudah Generasi Muda Menunaikan Zakat Melalui Teknologi Digital
Kolaborasi BAZNAS RI dan Flip: Mempermudah Generasi Muda Menunaikan Zakat Melalui Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan aplikasi Flip, platform teknologi finansial, untuk meluncurkan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis digital. Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi generasi muda agar dapat menunaikan ZIS dengan lebih praktis, aman, dan transparan. Peluncuran layanan ini dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini, dengan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan CEO & Founder Flip, Rafi Putra Arriyan, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah di Indonesia. “BAZNAS terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat dan sedekah. Kolaborasi dengan Flip ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat, terutama generasi muda dan masyarakat urban, dalam menunaikan kewajiban mereka dengan lebih mudah dan efisien," ujarnya. Kiai Noor juga menekankan bahwa layanan digital ini sejalan dengan tren digitalisasi zakat. "Kami ingin memastikan bahwa setiap Muslim dapat menunaikan zakat dengan praktis, aman, dan sesuai syariat. Kemitraan dengan Flip menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan ZIS digital yang terpercaya dan terintegrasi," katanya. Selain itu, Kiai Noor optimistis bahwa kemudahan akses pembayaran zakat melalui Flip dapat meningkatkan penghimpunan dana ZIS nasional. “Setiap dana yang masuk ke BAZNAS melalui Flip akan dikelola dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman Konstitusi. Dengan demikian, para muzaki bisa tenang karena dana mereka benar-benar tersalurkan kepada yang berhak,” tuturnya. CEO Flip, Rafi Putra Arriyan, menambahkan bahwa kolaborasi ini mendukung visi Flip untuk memberikan layanan keuangan yang fair dan dapat diakses semua lapisan masyarakat. Berdasarkan data internal, fitur “Beramal Bersama Flip” mencatat peningkatan transaksi dua kali lipat dalam satu tahun terakhir, terutama pada bulan Ramadan. “Ke depan, kami berharap dapat terus memperluas kolaborasi dengan BAZNAS untuk menjangkau masyarakat Indonesia di luar negeri melalui fitur remitansi kami,” ujarnya. Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat dapat dengan mudah menunaikan zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah melalui aplikasi Flip. Langkah-langkah pembayaran mencakup membuka aplikasi Flip, memilih menu beramal, memilih Zakat/Sedekah, memilih BAZNAS, memasukkan nominal, mengklik bayar, dan melakukan konfirmasi pembayaran. Kemudahan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan umat. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
Program Masjid dan Musala Berseri 2025: Meningkatkan Kenyamanan Ibadah di Seluruh Indonesia
Program Masjid dan Musala Berseri 2025: Meningkatkan Kenyamanan Ibadah di Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meluncurkan program Masjid dan Mushala Berseri pada Ramadhan 1446 H/2025 M, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan rumah ibadah di berbagai wilayah Indonesia. Program ini mencakup perbaikan dan renovasi di 50 masjid dan musala yang tersebar di delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur. Peluncuran program ini berlangsung di Kantor Bupati Bandung Barat, Jawa Barat, baru-baru ini. Acara dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Asisten Daerah III Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, MM., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Islmail, dan jajaran pemerintah setempat. Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kondisi rumah ibadah, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. “Pada bulan Ramadhan, kebutuhan akan masjid dan musala yang bersih dan nyaman menjadi prioritas. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas ibadah umat Islam di daerah yang membutuhkan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi BAZNAS sebagai lembaga yang bertujuan menyejahterakan umat. “Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah sehingga mereka dapat beribadah dengan khusyuk di bulan Ramadhan. Program ini juga merupakan bagian dari syiar dakwah zakat yang terus diperluas oleh BAZNAS,” lanjutnya. Program Masjid dan Musala Berseri melibatkan mitra strategis dari berbagai sektor, termasuk masyarakat luas, untuk mendukung kegiatan renovasi. Berkat kolaborasi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), program ini juga bertujuan memperkuat modal sosial masyarakat. Renovasi yang dilakukan meliputi perbaikan ringan, seperti atap, dinding, lantai, tempat wudhu, hingga penggantian karpet dan pembersihan AC. Selain itu, diberikan pula Al-Quran serta peningkatan fasilitas sanitasi. Program ini berlangsung dari 10 Februari hingga 30 April 2025, demi memastikan masjid dan musala menjadi tempat ibadah yang bersih, sejuk, dan layak. Asisten Daerah III Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, MM., mengapresiasi langkah BAZNAS ini. Ia menyatakan, “Kami sangat mendukung program ini karena membantu banyak masjid dan musala, khususnya di daerah terpencil. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa beribadah dengan nyaman, terutama di bulan Ramadhan.” Dengan catatan keberhasilan pada 2022–2024, di mana BAZNAS telah merenovasi 100 masjid dan musala, program ini diharapkan menjadi pusat kegiatan syiar Islam dan mendukung program penguatan ekonomi berbasis masjid di masa depan. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Dakwah Inklusif ke Disabilitas Rungu Wicara
BAZNAS RI Dakwah Inklusif ke Disabilitas Rungu Wicara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan dakwah yang inklusif melalui program Pesantren Jalan Cahaya. Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami ajaran Islam. Program ini menyasar 1.500 peserta yang tersebar di beberapa pesantren dan komunitas di wilayah Jabodetabek. Baru-baru ini, salah satu kegiatan dalam program tersebut digelar di Jakarta Selatan, dengan diikuti oleh 100 peserta, sebagian besar dari mereka adalah penyandang disabilitas yang ingin mendalami ilmu agama. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama BAZNAS dengan Majelis Ta'lim Tuli Indonesia (MTTI). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga jembatan bagi komunitas tuli untuk memahami agama dengan lebih baik. "Melalui program ini, peserta mendapatkan pembelajaran akhlak, fiqih, serta Al-Qur’an dalam bahasa isyarat. Ini adalah bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan bahwa setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk memperdalam ilmu agama," ujar Saidah. Selain itu, Saidah juga menekankan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan keagamaan yang lebih ramah dan inklusif. "Kami ingin memastikan bahwa mereka yang memiliki keterbatasan fisik tetap mendapatkan hak yang sama dalam akses pendidikan agama. BAZNAS akan terus memperluas program ini agar semakin banyak saudara-saudara tuli yang bisa belajar dan memahami ajaran Islam dengan lebih baik," tambahnya. Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS juga memberikan bantuan simbolis kepada Majelis Ta’lim Tuli Indonesia (MTTI) berupa 100 Paket Ramadhan Bahagia, serta program pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta. Dengan mengusung semangat "Menyinari Hati dan Menebar Ilmu", program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan keagamaan dan sosial. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Gelar Trauma Healing Anak Pengungsi Palestina di Yordania
BAZNAS RI Gelar Trauma Healing Anak Pengungsi Palestina di Yordania
Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak Palestina yang tengah berjuang melawan kanker di tengah situasi sulit, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan program trauma healing bertajuk Peaceful Soul di Yordania. Program ini memberikan pendampingan psikososial bagi 100 anak pengungsi Palestina penderita kanker yang berada di King Hussein Cancer Foundation and Center (KHCC), Amman, Yordania. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS dengan PPI Dunia serta Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania. Berbagai aktivitas edukatif dan hiburan disajikan, seperti menggambar, bermain, serta sesi motivasi, yang disambut dengan antusias oleh anak-anak peserta program. Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan harapan serta kebahagiaan bagi anak-anak yang mengalami dampak perang dan penyakit yang mereka derita. "Anak-anak Palestina yang sedang berjuang melawan kanker tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan psikologis. Kami ingin menghadirkan ruang bagi mereka untuk merasakan kembali keceriaan dan rasa aman meskipun berada di situasi sulit," ujar Mahdum. Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. "Konflik yang berkepanjangan telah menghilangkan banyak momen berharga dari masa kecil mereka. Oleh karena itu, kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk bermimpi dan memiliki harapan," tambahnya. Mahdum menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkontribusi dalam meringankan penderitaan rakyat Palestina melalui berbagai bentuk bantuan, baik medis, pendidikan, maupun pendampingan psikososial seperti trauma healing ini. "Zakat tidak hanya sebatas bantuan ekonomi, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Palestina tetap mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan," jelasnya. Selain itu, Mahdum mengapresiasi sinergi dengan berbagai pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan program ini. "Kami berterima kasih kepada PPI Dunia dan HPMI Yordania yang telah mendukung jalannya kegiatan ini. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap Palestina bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja," katanya. Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam berbagai program kemanusiaan BAZNAS bagi Palestina. "Setiap bantuan yang diberikan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Mari terus berbagi dan memberi harapan baru bagi anak-anak Palestina," tutupnya. Salah satu peserta program, Ahmad (10), seorang anak pengungsi Palestina dari Gaza Utara yang tengah menjalani pengobatan kanker, mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan ini. "Saya senang bisa bermain dan tertawa lagi bersama teman-teman. Rasanya seperti kembali ke rumah," ucapnya penuh semangat. Ia juga menyampaikan harapannya untuk segera sembuh dan bisa pulang ke Palestina. "Saya ingin cepat sembuh dan kembali ke rumah. Terima kasih kepada semua orang yang telah peduli dengan kami," tambahnya. Melalui program trauma healing ini, BAZNAS terus berupaya menghadirkan harapan bagi anak-anak Palestina yang menghadapi kesulitan akibat konflik dan penyakit. Kehangatan serta perhatian yang diberikan menjadi dorongan bagi mereka untuk tetap bertahan dan terus berjuang. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA16/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Sediakan Hidangan Berbuka Palestina di Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat
BAZNAS RI Sediakan Hidangan Berbuka Palestina di Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Hidangan Berbuka Palestina sebanyak 1.150 paket bantuan makanan berbuka puasa untuk warga Palestina di Jalur Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat. Bantuan Hidangan Berbuka Palestina tersebut disalurkan melalui lembaga Althouri-Silwan Women's Center (AWC). Selain bantuan Hidangan Berbuka Palestina, BAZNAS juga menyiapkan bantuan Paket Baju Lebaran, Paket Ramadhan Bahagia, serta Hadiah Lebaran bagi masyarakat Palestina. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program tersebut hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina yang tengah menghadapi berbagai kesulitan akibat konflik dan blokade yang berkepanjangan. “BAZNAS bekerja sama dengan lembaga lokal di Gaza, Althouri-Silwan Women's Center (AWC), menyalurkan paket berbuka bagi warga Palestina di di Gaza. Semoga bantuan ini dapat membantu umat Muslim di sana menjalankan ibadahnya dengan baik,” ujar Kiai Noor di Jakarta, baru baru ini. Kiai Noor menyampaikan, bantuan yang berasal dari rakyat Indonesia yang diamanahkan melalui BAZNAS ini diharapkan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina yang tertindas, terlebih saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan. “Kami berharap langkah kecil ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan harapan bagi mereka di tengah situasi yang sulit. Bantuan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama,” ucap Kiai Noor. “BAZNAS juga akan mengirimkan baju lebaran, karena sekarang musim dingin di Gaza supaya bisa hidup dengan hangat dan nyaman. Kemudian paket Ramadhan Bahagia di Palestina untuk warga Gaza berisi sembako khas di Gaza,” katanya. Sementara itu, Ketua Satgas Palestina yang juga Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan bantuan untuk rakyat Palestina, terutama saat ini sedang dalam bulan suci Ramadhan. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan partisipasi dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama di Palestina,” kata Mo Mahdum. Kontributor : Lulu Fatimah Azzahra Editor : Mas
BERITA15/04/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat