Berita Terbaru
BAZNAS RI Bersama PT Pegadaian Perkuat Kolaborasi Layanan Zakat dan Investasi Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Pegadaian kembali memperkuat kerja sama untuk melayani pembayaran Zakat, melalui investasi yang berkah dan sesuai syariat Islam.
Kolaborasi BAZNAS bersama Pegadaian telah berlangsung selama lima tahun terakhir di mana kerja sama ini meliputi investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya dalam konteks zakat.
Turut hadir di dalam Talk Show "Investasi Berkah Masa Depan Cerah" yang dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI Arief Budiman dan Deputi Bisnis Kantor Area Tanjung Priok PT Pegadaian Mudayati di AEON Mall Jakarta Garden City, baru baru ini.
Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS, Arief Budiman menyampaikan investasi yang berkah pertama-tama harus memperhatikan objek yang diinvestasikan dan investasi yang berkah adalah yang tidak hanya menguntungkan bagi individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Investasi yang sesuai dengan syariat Islam tidak melibatkan barang yang bertentangan dengan aturan dalam Islam. Selain itu, tujuan dari investasi juga harus jelas dan halal,” ujar Arief.
Selanjutnya, Arief mengungkapkan salah satu bentuk investasi yang berkah, berupa investasi dalam bentuk emas melalui PT Pegadaian Indonesia, yang memberikan akses kepada masyarakat untuk berinvestasi dengan cara yang sesuai syariat, termasuk adanya pengelolaan zakat di dalamnya.
“Berinvestasi dalam bentuk emas dengan mekanisme yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk adanya pengelolaan zakat yang terintegrasi. Gambarannya seperti, jika seorang investor membeli emas dan mencapai nisab zakat, dia dapat langsung menunaikan zakatnya melalui Pegadaian, tanpa perlu keluar dari sistem Pegadaian,” ujarnya.
“Para investor yang ada di Pegadaian, ini insya Allah bisa juga menyebarkan manfaat atas investasinya kepada masyarakat luas. Contohnya seperti dengan mengikuti program-program unggulan BAZNAS dalam memberikan bantuan kepada para mustahik. Dapat melalui pemberdayaan ZAuto seperti kisah Pak Mahmudin, atau menyalurkannya menjadi Beasiswa Pendidikan BAZNAS yang sudah tersebar diseluruh Indonesia,” ungkap Arief.
Secara terpisah Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bersama Pegadaian ini. Menurutnya, acara ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, juga meningakatkan literasi terkait investasi syariah.
"Insya Allah BAZNAS terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui berbagai platform termasuk di Pegadaian. BAZNAS juga akan memastikan dana yang dititipkan dapat disalurkan secara tepat sasaran bagi kesejahteraan mustahik," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bisnis Kantor Area Tanjung Priok PT Pegadaian Mudayati, menyampaikan, Pegadaian memiliki produk investasi yang benar-benar sesuai dengan syariah Islam.
“Di Pegadaian, kita punya produk syariah namanya MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi). MULIA ini wujudnya investasi emas yang tidak hanya sesuai dengan syariat, tetapi juga merupakan instrumen investasi yang abadi, sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam, boleh melakukan pembayaran menggunakan emas,” ujar Mudayati.
Selanjutnya, Mudayati menekankan bahwa Pegadaian memisahkan antara investasi syariah dengan investasi konvensional. Serta menerangkan bahwa Pegadaian sudah melalui proses pengkajian syariah.
“Kami juga membedakan investasi syariah ini dari investasi konvensional. Dalam investasi syariah di Pegadaian, masyarakat dapat berinvestasi dalam emas dengan skema cicilan yang sesuai dengan syariah. Selain itu kita sudah mengkaji bersama Dewan Syariah Nasional dan Dewan Pengawas Syariah, sehingga dapat dipastikan bahwa skema investasi ini sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah Islam,” ujarnya.
“Kami berharap bahwa kolaborasi dengan BAZNAS ini dapat memberikan dampak yang lebih luas. tidak hanya bagi individu yang berinvestasi, tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi umat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, sehingga dapat menciptakan lebih banyak muzaki yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan umat ,” ucapnya.
Kontributor : Lulu Fatimah Azzahra
Editor : Mas
BERITA15/04/2025 | Humas
Layanan Zakat Kini Semakin Mudah, BAZNAS dan BCA Jalin Kerja Sama Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) untuk menghadirkan kemudahan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui aplikasi myBCA. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Gerakan Cahaya Zakat serta memperluas akses pembayaran ZIS secara digital.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan melibatkan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Direktur Bank BCA John Kosasih dan Antonius Widodo Mulyono.
Menurut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, kemitraan ini merupakan strategi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban dan ibadah mereka melalui platform digital yang praktis dan efisien.
“Penggunaan platform digital dalam transaksi keuangan telah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Oleh karena itu, BAZNAS bersama BCA berinisiatif memanfaatkan platform myBCA untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Kiai Noor.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam layanan keuangan, sehingga masyarakat dapat menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dengan cara yang lebih mudah dan cepat.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berdonasi secara digital. Dengan akses yang lebih luas dan proses pembayaran yang semakin sederhana, pengumpulan dana ZIS berpotensi meningkat. Hal ini akan mendukung lebih banyak program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS demi kesejahteraan umat.
“Dengan semakin mudahnya akses dan proses penyaluran ZIS, diharapkan pengumpulan dana ZIS akan meningkat, sehingga lebih banyak lagi program-program sosial dan pemberdayaan yang dapat dijalankan oleh BAZNAS untuk kesejahteraan umat,” ucap Kiai Noor.
Dari sisi Bank BCA, John Kosasih menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung Gerakan Cahaya Zakat dengan menyediakan layanan pembayaran ZIS melalui berbagai produk dan fitur yang ada. Sebelumnya, kerja sama antara BCA dan BAZNAS sudah berjalan melalui layanan BCA Virtual Account dan transfer bank. Kini, opsi pembayaran semakin diperluas melalui fitur baru dalam aplikasi myBCA.
“Kini, BCA memperluas layanan tersebut dengan menghadirkan opsi pembayaran zakat, infak, dan sedekah via BAZNAS di fitur “bayar dan isi ulang” aplikasi myBCA. Langkah ini bertujuan untuk mendukung BAZNAS dalam meningkatkan layanan transaksi ZIS dengan solusi digital yang aman, nyaman, mudah, dan dapat diakses luas,” kata John Kosasih.
Pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS via myBCA bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Nasabah masuk ke dalam aplikasi myBCA
2. Pilih fitur “bayar dan isi ulang”
3. Pilih fitur “Donasi & Zakat” dari submenu “Layanan Sosial”
4. Pilih “BAZNAS”
5. Isi detail zakat/infak/sedekah yang hendak dikirim
6. Selesaikan pembayaran
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya kolaborasi ini. BCA mengajak seluruh nasabah menjadikan kemudahan ini sebagai kesempatan untuk berbagi dan berbuat baik. Dengan hanya beberapa langkah mudah di myBCA, kita dapat berkontribusi dalam menolong sesama dan ikut serta dalam upaya menciptakan kesejahteraan sosial,” ujar John Kosasih.
Dengan hadirnya layanan ini, nasabah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah hanya dalam beberapa langkah sederhana di aplikasi myBCA. Bank BCA berharap kemudahan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: Mas
BERITA15/04/2025 | Humas
Kolaborasi BAZNAS RI dan Kao Indonesia Gelar Santunan Yatim
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kao Indonesia menyelenggarakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta santunan bagi anak yatim di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan, khususnya selama bulan Ramadan.
Sebagai bagian dari rangkaian program #KaoBERSINAR, inisiatif ini mencakup distribusi produk detergen Attack Jaz1 untuk 40 masjid di wilayah Jabodetabek, serta edukasi PHBS yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini bagi anak-anak yatim.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, yang mewakili Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si. Turut hadir Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA, serta Associate Vice President Legal, Compliance, Industrial Relations, dan Corporate Communications PT Kao Indonesia, Wisik Restu.
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kao Indonesia di bulan Ramadan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung masyarakat, terutama anak-anak yatim.
"Saya sangat mengapresiasi kolaborasi sinergis yang kembali terjalin antara Kao Indonesia dan BAZNAS dalam rangkaian kegiatan di bulan Ramadan ini. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi mengenai kebersihan sangat penting untuk diterapkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.
"Melalui edukasi PHBS ini, kami ingin mendorong anak-anak sejak dini untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga nantinya mereka dapat tumbuh dengan pola hidup sehat yang lebih baik," jelasnya.
Sementara itu, Associate Vice President Legal, Compliance, Industrial Relations, dan Corporate Communications PT Kao Indonesia, Wisik Restu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata misi Kao Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami berharap, melalui kegiatan ini, tubuh yang bersih dan sehat serta alat salat yang harum dan nyaman dapat menambah kenyamanan dalam beribadah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi dengan BAZNAS RI yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini.
"Dengan kolaborasi sinergis bersama BAZNAS yang memiliki kesamaan nilai dengan Kao Indonesia, kami yakin dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat untuk terus menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat di keseharian mereka, terutama di bulan Ramadan ini," ucapnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI dan Kao Indonesia berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat sejak dini.
Kontributor: Najwa Najihah
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas
Prof. Nadra, Zakat Pilar Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan urgensi zakat sebagai pilar kesejahteraan umat dan instrumen sosial yang menghubungkan muzaki, amil, dan mustahik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Hal ini ditekankan melalui program yang mengusung semangat kolaborasi dalam ekosistem zakat yang berkelanjutan.
Dalam sebuah diskusi bertajuk Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman, yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada baru-baru ini, berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan zakat hadir untuk membahas peran zakat di bulan Ramadhan serta tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan manfaatnya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menekankan bahwa zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki dampak besar dalam aspek ekonomi dan sosial. Ia menjelaskan bahwa dalam ekosistem zakat, setiap pihak memiliki peran strategis.
“Tema kita hari ini adalah nilai spiritual Ramadhan menghidupkan cahaya zakat bagi muzaki, amil, dan mustahik untuk saling bersinergi dalam wujudkan kesejateraan umat. Ini berkaitan erat dengan tagline kita, dan kita ingin memberikan pencerahan tentang makna sebenarnya dari Cahaya Zakat,” ujar dia.
"Muzaki sebagai pemberi zakat memiliki tanggung jawab untuk menunaikan kewajibannya, amil sebagai perantara bertugas menyalurkan dan mengelola zakat dengan amanah, sedangkan mustahik menerima manfaat zakat yang kemudian dapat mendorong mereka keluar dari lingkaran kemiskinan," jelas dia.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang diwarnai oleh berbagai tantangan, seperti meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan usaha yang terpaksa gulung tikar. Namun, semangat berbagi tetap terjaga, sebagaimana terlihat dari tren peningkatan pengumpulan zakat bahkan di masa-masa sulit.
“Kita pernah menghadapi pandemi COVID-19, tetapi Alhamdulillah, pengumpulan zakat tetap meningkat. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi tetap tumbuh di tengah kesulitan,” tambah dia.
“Mari kita jadikan zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan kita dan membawa keberkahan bagi seluruh umat,” ucap dia.
Senada dengan hal itu, Kepala LSP BAZNAS RI, Dr. Muhammad Choirin M.A., menegaskan pentingnya peran amil dalam memastikan zakat tersalurkan secara efektif. Ia menjelaskan bahwa amil tidak hanya bertugas sebagai perantara dalam distribusi zakat, tetapi juga bertanggung jawab memastikan bahwa manfaat zakat benar-benar mampu mengangkat mustahik dari kondisi kesulitan ekonomi.
“Sebagai pengelola zakat, amil memiliki peran penting dalam menyalurkan harta umat kepada mereka yang berhak, sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Choirin.
Selain itu, zakat juga memberikan dampak spiritual bagi muzaki, di mana dengan menunaikannya, mereka memperoleh ketenangan batin dan keberkahan dalam kehidupan. Di sisi lain, bagi mustahik, zakat menjadi sumber harapan untuk kehidupan yang lebih baik, membantu mereka keluar dari kesulitan ekonomi, mendapatkan pendidikan, serta meningkatkan taraf hidup mereka.
Dari sisi muzaki, lanjutnya, zakat memberikan berbagai manfaat spiritual. “Bagi muzaki, zakat adalah jalan mencapai keberkahan hidup, baik di dunia maupun akhirat. Zakat menjadi penghapus dosa dan pembawa ketenangan hati,” ungkap Choirin.
Dari sisi lain bagi mustahik, kata Choirin, zakat adalah cahaya harapan untuk kehidupan yang lebih baik. “Melalui zakat, banyak mustahik yang dientaskan dari kemiskinan, memperoleh pendidikan, dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka,” ungkap Choirin.
Melalui sinergi antara muzaki, amil, dan mustahik, zakat diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh umat.
“Bantuan zakat tidak hanya mengurangi beban materi, tetapi juga memberikan kedamaian dan harapan baru dalam hidup. Ini mengingatkan bahwa ada hubungan spiritual yang kuat antara muzaki dan mustahik, yakni saling membantu dalam kebaikan,” ucap dia.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas
BAZNAS dan Yonif 201/JY Salurkan Ribuan Paket Takjil
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 201/Jaya Yudha menyalurkan ribuan paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat di sekitar Jl. Raya Bogor Km 26, Pekayon, Jakarta Timur.
Selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Maret, sebanyak 3.000 paket makanan yang terdiri dari nasi dan takjil telah didistribusikan. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat yang membutuhkan, seperti pengemudi ojek online dan pekerja dengan penghasilan tidak menentu.
Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kolaborasi dengan Yonif 201/Jaya Yudha untuk menebar manfaat selama bulan Ramadan.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana kita dianjurkan untuk berbagi dengan sesama. Melalui program ini, BAZNAS bersama Yonif 201/JY berupaya menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Saidah Sakwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini.
Selain membantu mereka yang membutuhkan makanan berbuka, kegiatan ini juga menjadi upaya pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. BAZNAS memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan dalam program ini diperoleh dari UMKM binaannya serta pasar tradisional setempat.
“Bahan makanan yang digunakan dalam program ini dibeli langsung dari UMKM binaan BAZNAS dan pasar tradisional lokal. Jadi, selain memberikan manfaat bagi penerima hidangan, program ini juga mendukung perekonomian para pedagang kecil,” jelas dia.
Untuk menjaga kualitas hidangan yang disajikan, proses pengolahan makanan dilakukan dengan standar kebersihan tinggi. Tim Dapur Sehat Ramadan bersama para relawan memasak dengan cermat sejak pagi agar makanan yang disalurkan tetap sehat dan layak dikonsumsi.
“Sejak pagi, tim Dapur Sehat Ramadhan dan relawan sudah mulai memasak dengan penuh ketelitian. Setiap tahap, mulai dari pemilihan bahan hingga proses memasak, dilakukan sesuai standar pengolahan makanan yang higienis dan berkualitas,” kata dia.
Saidah juga menyampaikan apresiasi kepada Yonif 201/Jaya Yudha atas peran aktif mereka dalam pendistribusian makanan. Menurutnya, kerja sama seperti ini membuktikan bahwa solidaritas dan kepedulian adalah kunci dalam membantu sesama.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari Yonif 201/JY yang turut serta dalam pendistribusian Hidangan Berkah Ramadhan ini. Sinergi ini menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Saidah.
“Semoga program ini bisa berjalan dengan lancar dan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam aksi kebaikan ini agar semakin banyak yang merasakan kebahagiaan Ramadan,” ujar dia.
Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha, Letkol Inf M. Alharidz Unus, S.Sos., M.I.P menekankan bahwa berbagi di bulan suci bukan hanya memberi manfaat kepada penerima, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan peningkatan keimanan bagi para prajurit yang terlibat.
"Berbagi takjil gratis ini bukan hanya sekedar untuk memberi manfaat bagi yang membutuhkan, tetapi juga untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap masyarakat serta memperkuat keimanan dan ketaqwaan prajurit," ujar dia.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin merasakan kehadiran TNI di tengah mereka dan semangat berbagi dapat terus tumbuh.
"Semoga dengan takjil ini bisa menambah kenikmatan saat berbuka puasa dan menjadi ladang amal ibadah kita semua," ujar dia.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas
Lumbung Pangan BAZNAS Sukabumi Suplai 133,7 Ton Beras Zakat Fitrah
Lumbung Pangan BAZNAS Sukabumi baru-baru ini menyiapkan suplai 133,7 ton beras zakat fitrah 1446 H untuk didistribusikan ke beberapa provinsi, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Jumlah yang harus dipenuhi dalam program pengadaan beras zakat fitrah mencapai 26.625 pack. Pengadaan gabah yang akan digiling menjadi beras telah dilakukan sejak awal Ramadhan melalui proses pengeringan menggunakan oven maupun metode manual.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa program Lumbung Pangan Sukabumi dapat menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Ini bentuk nyata dari contoh pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dalam sektor pertanian dengan distribusi zakat. Lumbung Pangan Sukabumi tidak hanya menyediakan pangan yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mustahik penerima zakat," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saidah juga menambahkan bahwa Lumbung Pangan Sukabumi menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ke depan diharapkan semakin banyak petani yang terbantu.
"Kalau hari ini sudah ada 735 petani binaan BAZNAS, maka ke depannya kan terus bertambah. Dan BAZNAS sangat menghargai dedikasi para petani dan pendamping karena telah turut berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Semoga akan banyak tercipta lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik," ujarnya.
"Melalui Lumbung Pangan Sukabumi, BAZNAS RI ingin menjadikan para mustahik bukan hanya sebagai penerima zakat, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Ini adalah upaya kami untuk mencapai zakat yang berkelanjutan," pungkas Saidah.
Sementara itu, Teddy, seorang petani binaan BAZNAS, merasakan banyak manfaat dari bergabung dalam program ini dan merasa sangat bangga bisa turut berkontribusi dalam pendistribusian zakat fitrah tahun ini. Keberhasilan tersebut memberikan kebanggaan tersendiri, karena hasil kerjanya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, banyak manfaat yang saya rasakan sejak bergabung dengan Lumbung Pangan BAZNAS, terutama dalam menambah penghasilan warga. Beras yang kami hasilkan terdiri dari 3 jenis beras organik dengan kualitas yang ramah lingkungan," ujar Teddy.
Pada kesempatan yang sama, pendamping petani, Erick Mulyana, mengungkapkan bahwa program pendampingan untuk para mustahik menjadi bagian integral dalam Lumbung Pangan Sukabumi. Para petani yang awalnya menerima zakat kini diberdayakan untuk menjadi bagian dari sistem produksi yang berkelanjutan.
"Persiapan yang kita lakukan untuk memenuhi distribusi zakat fitrah kita menggunakan lahan seluas 250 hektar, kami menggunakan metode pertanian organik untuk hasil yang optimal. Selain itu, kami mengadakan pertemuan rutin dengan anggota untuk membangun komunikasi, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi tetapi meningkatkan pemahaman mereka mengenai zakat," ujar Erick.
Kontributor: Nova
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas
BAZNAS RI dan Kemenko PM Kolaborasi Entaskan Kemiskinan Ekstrem
BAZNAS RI baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI, Abdul Muhaimin Iskandar, di Provinsi DKI Jakarta.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara BAZNAS RI dan Kemenko PM dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan mustahik. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, didampingi oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, serta Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia.
"BAZNAS berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Noor juga menyoroti peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Zakat memiliki potensi besar dalam meningkatkan taraf hidup mustahik.
"Melalui berbagai program prioritas dan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik yang dikelola oleh BAZNAS, zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat, dan akan dapat membantu mengentaskan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem," ujarnya.
Lebih lanjut, Noor mengungkapkan, BAZNAS telah menjalankan berbagai program pemberdayaan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik.
"BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif tapi juga bantuan produktif, kami punya program-program pemberdayaan UMKM dan ekonomi produktif seperti ZChicken, Zmart, ZAuto, dan ZCoffee, kami siap berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan Kemenko PM untuk memperluas dampak positif program-program tersebut." tuturnya.
Selain itu, Noor menekankan, pemberdayaan mustahik melalui program-program yang terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan meningkatkan efektivitas penyaluran zakat.
"Kami berharap, dengan dukungan Kemenko PM, program-program BAZNAS dapat menjangkau lebih banyak mustahik dan memberikan dampak yang lebih signifikan," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia RI, Abdul Muhaimin Iskandar, menjelaskan, Kemenko PM adalah salah satu dari tujuh kementerian koordinator yang dibentuk dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kemenko PM memiliki peran utama dalam mengoordinasikan upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Menko PM Muhaimin menyambut baik inisiatif BAZNAS. Beliau mengatakan, "Kerja sama antara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mencapai target yang telah ditetapkan."
Muhaimin juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam penyaluran bantuan. Penggunaan DTSEN sebagai acuan penyaluran bantuan atau zakat menjadi sangat penting. Dengan data yang valid, bantuan dapat tepat sasaran dan efektif.
"Kita sedang menuntaskan strategi penanggulangan kemiskinan, satu yang paling pokok dari strategi itu kan data, alhamdulillah kita sudah menuntaskan, begitu dilantik, Presiden Prabowo langsung instruksi pokoknya harus tunggal data, tidak ada tumpang tindih data, sekarang data kemiskinan kita setiap tiga bulan di-update, akurasinya terpelihara, tidak ada dua tiga data yang berbeda di kementerian yang berbeda, itu tahap pertama yang sudah kita tuntaskan dalam penanggulangan kemiskinan," jelasnya.
Muhaimin menambahkan, saat ini, sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia masih tergolong miskin ekstrem. Mayoritas kepala rumah tangga dalam kategori ini adalah lulusan Sekolah Dasar (SD).
"Data ini menunjukkan urgensi untuk segera mengambil tindakan konkret dalam mengatasi permasalahan tersebut," ucapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama strategis antara BAZNAS RI dan Kemenko PM dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan mustahik di Indonesia.
Kontributor: Nova
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas
Santri Perkuat Religiositas Warga di Balai Ternak BAZNAS Jember
Lima santri dari Pondok Pesantren Mikhrojul Ulum Jember melaksanakan kegiatan mengajar ngaji bagi anak-anak di lingkungan Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Santri Berdayakan Desa yang bertujuan untuk memperkenalkan ajaran agama Islam sejak dini serta memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur'an.
Kegiatan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan sambutan antusias dari tujuh anak yang hadir. Para santri dengan tekun mengajarkan bacaan Al-Qur'an secara tartil serta memberikan pemahaman mengenai arti bacaan, doa sehari-hari, dan hafalan surat-surat pendek. Meski jumlah peserta tidak terlalu banyak, semangat mereka dalam mengikuti pembelajaran sangat tinggi.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di mushola dekat Balai Ternak BAZNAS yang terletak di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mushola ini biasa digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat dan menjadi tempat bagi anak-anak sekitar untuk memperoleh pembelajaran agama. Selain mengajarkan bacaan Al-Qur'an, santri juga menyisipkan pesan moral dan nilai-nilai akhlak agar anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Program ini direncanakan akan berlangsung secara rutin setiap sore pukul 15.00 WIB dengan harapan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Kontributor: Azra Salsabila
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas
BAZNAS Trenggalek Gencarkan Kontrol Kesehatan Domba di Balai Ternak
Baru-baru ini, BAZNAS Kabupaten Trenggalek menerima laporan bulanan terkait perkembangan program Balai Ternak Barokah Farm BAZNAS Kabupaten Trenggalek. Laporan tersebut mencakup kegiatan pemberian pakan, vitamin, pengobatan, serta perawatan domba yang dilakukan setiap hari oleh anggota peternak. Dalam kesempatan ini, pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek mengapresiasi penuh upaya yang telah dilakukan dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota peternak atas terealisasinya program tersebut.
Sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan ternak, pendamping Balai Ternak bersama Mohtar melakukan treatment pemotongan kuku domba. Pemotongan dan pemeriksaan kuku secara rutin diperlukan untuk mencegah kepincangan serta menghindari infeksi yang dapat mengganggu kesehatan domba.
Selain pemotongan kuku, pengawasan kesehatan domba dilakukan setiap hari guna mencegah dan mengatasi penyakit yang berpotensi menurunkan produktivitas. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Trenggalek.
Kontributor: Azra Salsabila
Editor: YMK
BERITA15/04/2025 | Humas

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
